Senin, 01 April 2013



Menuju cinta yang satu
(1 april 2013)
#Edisi III
“ketika kebingungan menghantuiku,muncullah engkau menjadi cahaya baru dalam hidupku”
Hari demi hari terus kulalui,aku baru saja pulang dari tour jawa(Surabaya – Jogjakarta – bandung – Jakarta).rasanya tak tega mengakhiri perjalanan panjang ini,tapi itulah scenario tuhan yang harus trus dijalani.
Hari pertama dimakassar kulewati begitu santainya,namun tetap hatiku masih sepi. Aku teringat janjiku untuk menemui seseorang,namun sampai sore harinya dia blum juga membalas smsku.setelah mengantar kakakku kebandara,aku pun singgah untuk shalat magrib dirumah salah satu temanku.tiba – tiba ada sms masuk.,ternyata yang ditunggu telah siap untuk dijemput.
Aku pun bersegera kesana untuk menjemputnya. Tak lama kemudian dia muncul dan kami pun berangkat bersama.se belumnya aku singgah kekostku untuk mengambil laptop dan selanjutnya menuju warkop.
Disanalah aku berbincang,bincang dengannya. Sambil menunggu pesanan aku pun berbicara banyak hal dengannya. Pembahasan juga tak jauh melenceng dari isi blognya yang begitu vulgar membahas kehidupan pribadinya,bagiku ini terlalu jujur yang perlu untuk sedikit membuat privacy untuk dirinya.
Tingkah lakunya yang kadang aneh semakin membuatku kagum padanya. Sambil membuka facebook dan blogku,kami menikmati segelas kopi susu,jus jeruk dan roti bakar.
Sambil menatap layar laptop yang berisi tulisan – tulisan yang galau membuatkami kadang serius kadang tertawa.ini aneh tp menurutku sangatlah menarik.
Entah ada malaikat atau kekhilafan yang nyata,tiba – tiba dia menyadarkan kepalanya dibahuku,hatiku berdebar – debar dan tidak percaya hal ini. Namun ini membuatku semakin mengaguminya. Ini mungkin reflex saja atau apa lah,yang tau pastinya hanya dia.
Setelah kembali dari gerakan yang aneh tadi,tiba – tiba dia bertanya padaku “kita sukaka kah???
Aku pun bingung dan menjawabnya “perasaan z sdh kasi tau,apa saya perlu ulang lagi jawabanta???dengan tenang dia menjawab “tdk usahmi karena saya masih ingatji”.
Setelah itu dia terdiam sejenak,kemudian bercerita “ ternyata saya punya pacar ya,2 minggu lalu saya disms,setelah itu jedah 6 hari dia mengirim sms untukku dan meminta maaf karena jarang menghubungiku dengan alasan sakit”.
Aku bingung ,entah apa maksud dari cerita ini. Tp aku hanya berkomentar “kebahagiaan orang berbeda – beda,barangkali kalian bahagia dengan gaya pacaran seperti itu. Bukan pacaran gaya lama yang harus buat laporan tiap waktu,sweeping sms, dsb”. Dia hanya tersenyum tidak jelas.
Setelah itu kami berbicara banyak hal,tak terasa waktu pulangnya sudah tiba yaitu pukul 22.00.aku pun mengantarnya pulang dan meberikan ole – ole dari tour jawa,walaupun hanya seadanya namun itulah kemampuanku.
“dalam diamku bukan berarti aku tak bisa mengungkapkan isi hatiku,
dalam usahaku mendekatimu bukan berarti aku ingin menjadi perusak kebahagiaan kalian,
 dalam hatiku ada engkau yang terus membayangiku
tapi aku sadar semua itu butuh proses,seperti kata – katamu
“aku membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun untuk meperjuangkan cintaku,jika engkau bisa kenapa saya harus menyerah”
Aku akan terus berjuang,menikmati proses.dan berdoa kepada tuhan agar hati kita dipertemukan untuk menggapai cinta yang satu.
#semoga engkau bisa membaca dan mengerti isi tulisan ini
Pondok arham, tamalanrea Makassar
2 April 2013 pukul 00 :16
Menuju kosongsatu


Rizal pauzi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar