Secercah
Harapan Untuk Masa Depan
Bumi tidak cukup untuk dibagi bersama, manusia sudah
terlalu banyak untuk sumber daya yang terlalu sedikit. Itu doktrin Robert
Malthus kepada barat ( serial cinta,hal 25)
Kata – kata diatas memang rasional ketika kita
berfikir tanpa menggunakan hati. Rasionalitas seseorang sedikit banyak
dipengaruhi oleh sifat dan keyakinannya. Contohnya saja orang islam menyakini
bahwa dengan bersedekah kita dapat
menjadi kaya. Hal ini rasional jika kita mendefinisikan kaya itu bukan hanya
ukuran materi tapi juga ukuran hati dan keyakinan. Dengan bersedekah orang
islam berkeyakinan bahwa akan dimendapatkan pahala dan yang tak kalah
pentingnya adalah bersedekah membuat hati kit senang karena dapat berbagi
dan meringankan beban orang lain.
Kembali ke kutipan kata – kata diatas , pada awalnya
ini merupakan doktrin yang beredar dibarat
yang menyebabkan imperialisme. Namun saat ini doktrin itu telah tersebar
keseluruh dunia. Doktrin ini bagaikan virus mematikan yang mampu menggerogoti
siapa saja dan dimana pun.
Indonesia tidak lepas dari hal itu, hampir tiap hari
kita menyaksikan penggusuran terjadi dimana – mana. Ini cukup mewakili contoh
doktrin Robert Malthus telah menginfeksi otak – otak manusia Indonesia.
Menyebarnya dokrin ini menyebabkan masalah baru di
negeri Indonesia tercinta. Indonesia pelan – pelan berubah menjadi rimba raya.
Siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Perebutan kekuasaan antar politisi,
sengketa lahan dan persaingan bisnis yang tidak sehat merupakan hal yang biasa
kita saksikan dilayar kaca semua media di Indonesia.
Lantas bagaimana solusinya???
Jika kita membaca buku serial cinta karangan anis
matta maka kita akan mendapatkan jawaban bahwa
cinta lah yang mampu mengubah
dunia ini menjadi lebih baik. Jika
membaca buku “rekayasa social “ karangan jalaluddin rahmat maka kita akan
mendapatkan jawaban yaitu kita harus melakukan perubahan social. Perubahan
social dapat dilakukan dengan jalan mengkampanyekan kepribadian inovatif secara
besar – besaran dimedia massa, atau didunia pendidikan sehingga muncul
kepribadian yang memberikan keterbukaan dan kreativitas ( rekayasa social hal
101).
Ketika kita menganalisis kedua pendapat tokoh
Indonesia ini, anis matta cenderung menawarkan olusi dengan perbaikan individu
sedangkan jalaluddin rahmat cenderung kearah perubahan secara besar – besaran
dalam masyarakat.
Menurut hemat saya, doktrin keserakahan ini (dokrin
Robert matlus), ini hanya dapat dihilangkan dengan jalan penyadaran atau
pencerahan. Apa yang diungkapkan oleh anis matta maupun jalaluddin rahmat
adalah sebuah jawaban yang perlu digabungkan. Sehingga tercipta proses
pencerahan dnegeri kita tercinta.
Upaya pencerahan ini harus dilakukan dalam segala
hal baik itu melalui pendekatan
individu, organisasi kepemudaan / kemahasiswaan, organisasi masyarakat, partai
politik, melalui media massa maupun pendekatan system itu sendiri.
Secercah harapan kemajuan bangsa ini telah tampak
saat ini, banyak cara yang telah mulai ditempuh untuk melakukan proses
penyadaran. . sebut saja metode tarbiyah ala ikhwanul muslimin, halqah ala
hizbuh tahrir . ini merupakan proses penyadaran lewat pendekatan individu. Selain
itu banyak juga berdiri organisasi – organisasi yang focus pada kepedulian
terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Selain itu siaran TV telah mulai
mengkampanyekan pendidikan karakter bangsa dan yang paling menarik adalah
adanya upaya untuk memperbaiki system yang ada bumi pertiwi ini khususnya
system pendidikan.
Semoga dengan berputarnya roda waktu, penyadaran
masyarakat Indonesia akan menyeluruh sehingga kita dapat hidup berdampingan
dengan penuh kasing saying .selain iu kita dapat membangun negeri kita mencapai
tujuan Negara yaitu adil dan makmur .semoga ini dapat terlaksana dengan cepat
dan dapat cita – cita bangsa Indonesia dapat menjadi kenyataan .
Makassar,
31 Mei 2012
Rizal
Pauzi