Peringatan Sumpah Pemuda,Ajang Intropeksi Diri Kaum Muda
Oleh : Rizal Pauzi*
Sumpah
pemuda
Kami putra
dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu ,tanah air Indonesia
Kami putra
dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu,bangsa Indonesia
Kami putra
dan putri Indonesia menjunjung bahasa,bahasa persatuan Indonesia
(Jakarta,28
Oktober 1928)
Sejak diikrarkannya sumpah pemuda
pada tanggal 28 oktober 1928,merupakan pemersatu bagi seluruh nusantara untuk
selanjutnya mendirikan Negara bernama Indonesia. Bukan hanya sampai disi2,tapi
kemudian pemuda kembali mengambil peranan penting sebelum dideklarasikan
kemerdekaan Indonesia oleh bapak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Dalam hal
ini ketika pemuda mendapatkan informasi mengenai kekalahan jepang dalam perang
dunia. Selanjutnya pemuda mendesak kaum tua dalam hal ini diwakili oleh Ir.
Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Karena
golongan tua tidak sepakat,maka pemuda kemudian menculik Ir. Soekarno dan Drs.
Moh. Hatta selanjutnya dibawah kerengas
denglok untuk selanjunnya didesak memproklamasikan kemerdekaan. Berkat hal itu
lah maka dijalan pengangsaan timur ,pada tanggal 17 agustus 1945
diproklamasikanlah kemerdekaan Indonesia. Hal ini tak lepas dari jasa besar
para pemuda.
Sebelum kita membahas lebih jauh
tentang terlalu jauh tentang pemuda, maka terlebih dahulu perlu didefinisikan
tentang pemuda itu sendiri. Pemuda adalah warga Negara Indonesia yang memasuki
periode penting pertumbuhan dang perkembangan yang berusia 16 – 30 tahun.
(berdasarkan UU RI NO.40 TAHUN 2009 Tentangh kepemudaan).
Dari definisi ini jelaslah bahwa
semua kaum intelektual baik itu berstatus pelajar maupun mahasiswa tergolong
pemuda. Ini berarti bahwa obyek dari pembahasan kita adalah kaum inteletual
muda sebagai sampel yang mewakili kelas pemuda dimasyarakat. Jika melihat
keadaan disekitar kita, maka peran – peran strategis dimasyarakat masih
dikuasai oleh kaum tua.
Lantas bagaimana pemuda sekarang?
Pemuda hari ini justru cenderung
apatis dengan lingkungan disekitarnya. Apa lagi menyangkut kehidupan berbangsa
dan bernegara. Kebanyakan pemuda terlarut dalam kehidupan individualis dan
hedonis. Hal ini sangat terlihat Nampak pada kehidupan sehari – hari kaum muda.
Bukan lagi para pemuda banyak dijumpai di forum – forum diskusi, ditoko – toko
buku dan perpustakaan. Tapi mereka cenderung banyak ditemui di mall, ditempat
karokean , dsb.
Bukan hanya itu, kaum muda yang
berstatus kaum intelektual seperti mahasiswa pun mengalami degradasi nilai –
nilai sosial dan kebangsaan. Hal ini terlihat dari bagaiman kemudian perilaku
mahasiswa sekarang. Mereka terlalu ambisius untuk mengejar gelar sarjananya
sehingga hal – hal lain terlupakan. Dengan ambisus yang tinggi ini lah para
mahasiswa bersifat individualis,mereka tidak peduli dengan kondisi yang ada
disekitarnya. Mereka tidak lagi peduli dengan kondisi lingkungan dan bangsanya.
Mereka barulah mengeluh ketika kebijakan yang dikeluarkan pemerintah betul –
betul memiliki dampak langsung terhadap dirinya. Ketika pembahasan Rancangan
Undang – undang perguruan tinggi (RUU PT) hanya sebagian kecil mahasiswa yang
bergerak,mereka tidak sadar akan dampak dari UU ini.baru lah ketika kenaikan
SPP,mahasiswa berbondong – bondong untuk mengeluh. Tapi apa lah daya undang – undang itu telah
disahkan.
Selanjutnya adalah mindset pemuda
yang mengarah ke sifatnya praktis. Semua ingin diperoleh secara praktis. Mulai
dari ingin mendapatkan nilai kuliah dengan cara yang praktis tanpa belajar
dengan giat, ingin cepat sarjana tanpa mendalami ilmu yang dipelajarinya, ingin
menjadi PNS dengan praktis walaupun dengan sogok, dan ingin menjadi politisi
dengan praktis makan diterapkan lah politik praktis.
Dari sekian banyak permasalah Yang dialami
kaum muda hari ini baik itu yang disadari maupun tidak,moment peringatan sumpah
pemuda tanggal 28 oktober 2013 ini harus mampu menjadi intropeksi diri bagi
kaum muda untuk kembali kejalan yang benar dalam perspektif sosial, agama dan
bangsa.
Dalam hal ini bukan semata perlu
adanya kesadaran saja,cukup sampai disitu. Tapi yang kemudian diharapkan lahir
adalah pemuda yang ideal yang mampu berguna bagi agama , nusa dan bangsa.
Dalam hal ini islam telah menjelaskan
dalam al quran ,mengenai beberapa criteria pemuda ideal. Dalam Surah al anbiya
ayat 59 – 60 dijelaskan bahwa pemuda harus berani merombak dan bertindak dalam
tatanan yang rusak dalam hal ini memberikan inisiatif. Selanjutnya dalam surah
al kahfi ayat 13 - 14 memerikan
penjelasan tentang pentingnya konsisten antara perkataan dan perbuatan.
Selanjutnya adalah dalam surah al kahfi ayat 56 memberikan penjelasan bahwa
betapa pentingya pemuda memiliki jiwa pantang menyerah sebelum menggapai
tujuan.
Setelah
mencapai kriteria pemuda yang ideal dalam pendekatan al quran yang sejalan
dengan sains dan teknologi. Maka selanjutnya yang pelu dilakukan adalah
bagaimana kemudian hubungan kita terhadap sesama manusian dalam konteks
kehidupan berbangsa ini. Nilai – nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda
yaitu satu tanah air , satu bangsa dan satu bahasa harus betul – betul kita
amalkan. Nilai – nilai sumpah pemuda ini sejalan dengan ayat al quran yaitu Dalam
al quran surah ar rum ayat 22 : “ dan di antara tanda – tanda kekuasaannya
ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain – lain bahasamu dan warna
kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi yang
orang – orang yang mengetahui”.
Ini menjelaskan tentang pentingnya
menghargai keaneka ragaman yang merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Dalam hal
ini maka persatuan dan kesatuan harus diperkokoh. Selanjutnya Allah memberikan
solusi terhadap pertentangan diantara kaum muda hal ini dijelaskan dalam
alquran
“orang – orang beriman itu
sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah antar saudaramu itu dan takutlah
terhadap Allah swt.,supaya kamu mendapat rahmat” (qs. Al hujurat ayat 10)
Oleh sebab itu perlu kiranya kita
menjaga persatuan dan kesatuan diantara kaum muda diseluruh Indonesia ini.
Perlu adanya korelasi antara kapasitas individu dan jiwa nasionalisme kaum
muda. Sehingga skill yang dimiliki bukan hanya digunakan untuk kepentingan
dirinya sendiri tapi juga kepentingan umat dan bangsa.
Saatnya pemuda bangkit,
Bangsa ini butuh sentuhan kaum muda,
Aku,kita dan kalian adalah bagian
dari bangsa ini
Saatnya berfikir, berbicara, dan
bertindak
Untuk indonesia jaya dimasa depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar