Kamis, 31 Oktober 2013



Peringatan Sumpah Pemuda,Ajang Intropeksi Diri Kaum Muda
Oleh : Rizal Pauzi*
Sumpah pemuda
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu ,tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu,bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa,bahasa persatuan Indonesia
(Jakarta,28 Oktober 1928)


Sejak diikrarkannya sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928,merupakan pemersatu bagi seluruh nusantara untuk selanjutnya mendirikan Negara bernama Indonesia. Bukan hanya sampai disi2,tapi kemudian pemuda kembali mengambil peranan penting sebelum dideklarasikan kemerdekaan Indonesia oleh bapak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta. Dalam hal ini ketika pemuda mendapatkan informasi mengenai kekalahan jepang dalam perang dunia. Selanjutnya pemuda mendesak kaum tua dalam hal ini diwakili oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Karena golongan tua tidak sepakat,maka pemuda kemudian menculik Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta  selanjutnya dibawah kerengas denglok untuk selanjunnya didesak memproklamasikan kemerdekaan. Berkat hal itu lah maka dijalan pengangsaan timur ,pada tanggal 17 agustus 1945 diproklamasikanlah kemerdekaan Indonesia. Hal ini tak lepas dari jasa besar para pemuda.
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang terlalu jauh tentang pemuda, maka terlebih dahulu perlu didefinisikan tentang pemuda itu sendiri. Pemuda adalah warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dang perkembangan yang berusia 16 – 30 tahun. (berdasarkan UU RI NO.40 TAHUN 2009 Tentangh kepemudaan).
Dari definisi ini jelaslah bahwa semua kaum intelektual baik itu berstatus pelajar maupun mahasiswa tergolong pemuda. Ini berarti bahwa obyek dari pembahasan kita adalah kaum inteletual muda sebagai sampel yang mewakili kelas pemuda dimasyarakat. Jika melihat keadaan disekitar kita, maka peran – peran strategis dimasyarakat masih dikuasai oleh kaum tua.
Lantas bagaimana pemuda sekarang?
Pemuda hari ini justru cenderung apatis dengan lingkungan disekitarnya. Apa lagi menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebanyakan pemuda terlarut dalam kehidupan individualis dan hedonis. Hal ini sangat terlihat Nampak pada kehidupan sehari – hari kaum muda. Bukan lagi para pemuda banyak dijumpai di forum – forum diskusi, ditoko – toko buku dan perpustakaan. Tapi mereka cenderung banyak ditemui di mall, ditempat karokean , dsb.
Bukan hanya itu, kaum muda yang berstatus kaum intelektual seperti mahasiswa pun mengalami degradasi nilai – nilai sosial dan kebangsaan. Hal ini terlihat dari bagaiman kemudian perilaku mahasiswa sekarang. Mereka terlalu ambisius untuk mengejar gelar sarjananya sehingga hal – hal lain terlupakan. Dengan ambisus yang tinggi ini lah para mahasiswa bersifat individualis,mereka tidak peduli dengan kondisi yang ada disekitarnya. Mereka tidak lagi peduli dengan kondisi lingkungan dan bangsanya. Mereka barulah mengeluh ketika kebijakan yang dikeluarkan pemerintah betul – betul memiliki dampak langsung terhadap dirinya. Ketika pembahasan Rancangan Undang – undang perguruan tinggi (RUU PT) hanya sebagian kecil mahasiswa yang bergerak,mereka tidak sadar akan dampak dari UU ini.baru lah ketika kenaikan SPP,mahasiswa berbondong – bondong untuk mengeluh.  Tapi apa lah daya undang – undang itu telah disahkan.
Selanjutnya adalah mindset pemuda yang mengarah ke sifatnya praktis. Semua ingin diperoleh secara praktis. Mulai dari ingin mendapatkan nilai kuliah dengan cara yang praktis tanpa belajar dengan giat, ingin cepat sarjana tanpa mendalami ilmu yang dipelajarinya, ingin menjadi PNS dengan praktis walaupun dengan sogok, dan ingin menjadi politisi dengan praktis makan diterapkan lah politik praktis.
 Dari sekian banyak permasalah Yang dialami kaum muda hari ini baik itu yang disadari maupun tidak,moment peringatan sumpah pemuda tanggal 28 oktober 2013 ini harus mampu menjadi intropeksi diri bagi kaum muda untuk kembali kejalan yang benar dalam perspektif sosial, agama dan bangsa.
Dalam hal ini bukan semata perlu adanya kesadaran saja,cukup sampai disitu. Tapi yang kemudian diharapkan lahir adalah pemuda yang ideal yang mampu berguna bagi agama , nusa dan bangsa.
Dalam hal ini islam telah menjelaskan dalam al quran ,mengenai beberapa criteria pemuda ideal. Dalam Surah al anbiya ayat 59 – 60 dijelaskan bahwa pemuda harus berani merombak dan bertindak dalam tatanan yang rusak dalam hal ini memberikan inisiatif. Selanjutnya dalam surah al kahfi ayat 13  - 14 memerikan penjelasan tentang pentingnya konsisten antara perkataan dan perbuatan. Selanjutnya adalah dalam surah al kahfi ayat 56 memberikan penjelasan bahwa betapa pentingya pemuda memiliki jiwa pantang menyerah sebelum menggapai tujuan.
Setelah mencapai kriteria pemuda yang ideal dalam pendekatan al quran yang sejalan dengan sains dan teknologi. Maka selanjutnya yang pelu dilakukan adalah bagaimana kemudian hubungan kita terhadap sesama manusian dalam konteks kehidupan berbangsa ini. Nilai – nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda yaitu satu tanah air , satu bangsa dan satu bahasa harus betul – betul kita amalkan. Nilai – nilai sumpah pemuda ini sejalan dengan ayat al quran yaitu Dalam al quran surah ar rum ayat 22 : “ dan di antara tanda – tanda kekuasaannya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain – lain bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi yang orang – orang yang mengetahui”.
Ini menjelaskan tentang pentingnya menghargai keaneka ragaman yang merupakan tanda kebesaran Allah SWT. Dalam hal ini maka persatuan dan kesatuan harus diperkokoh. Selanjutnya Allah memberikan solusi terhadap pertentangan diantara kaum muda hal ini dijelaskan dalam alquran
“orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah antar saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah swt.,supaya kamu mendapat rahmat” (qs. Al hujurat ayat 10)
Oleh sebab itu perlu kiranya kita menjaga persatuan dan kesatuan diantara kaum muda diseluruh Indonesia ini. Perlu adanya korelasi antara kapasitas individu dan jiwa nasionalisme kaum muda. Sehingga skill yang dimiliki bukan hanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri tapi juga kepentingan umat dan bangsa.
Saatnya pemuda bangkit,
Bangsa ini butuh sentuhan kaum muda,
Aku,kita dan kalian adalah bagian dari bangsa ini
Saatnya berfikir, berbicara, dan bertindak
Untuk indonesia jaya dimasa depan




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar